HALAL HARAM TRADING
====================
Ruang khusus MUSLIM
====================
Apa rasanya jika sesuatu
yang selama ini kita lakukan ternyata dari sisi hukum ternyata meragukan atau
bahkan haram?
Bagi orang yang (maaf) imannya belum mengakar ke hati itu
bukan sesuatu yang tidak terlalu penting untuk di bahas. Namun sebaliknya kalau
persoalan halal haram adalah sesuatu yang krusial untuk di bahas maka tulisan
ini saya buat untuk membuka cakrawala pemikiran baru.
Saya akan menyampaikan sesuatu dan saya juga menampung
kritik saran yang membangun.
Allah maha tahu di atas segala galanya..
Let’s start
beibeh . . .!
Di ujung inbox FB saya terlontar
pertanyaan dari seorang rekan tertuju pada saya.
“ Mas menurut pendapat ente
trading itu halal haram? ” demikian dia bertanya
Sahabat saya yang satu ini
seorang santri pesantren, dalam hati tergelitik jangan jangan sahabat yang satu
ini cuma bercanda atau mungkin Cuma ngetest!!
Saya yang orang nggak jelas
pengetahuan soal agama berusaha menjawab agar gak terlihat bodoh dan berusaha
sok ngUSTADZ!! Saya tidak menggurui
saya berusaha meraba raba diri saya sendiri, Kita mulai dari ayam..
Analogi ayam
Saya mencoba bertanya kepada
beberapa orang. Pertanyaan saya di jawab hampir seragam. Halaaaalllll !! emang pertanyaanya apa sih?
Oh iya lupa hehe . . pertanyaanya
adalah daging ayam itu halal pa haram? Kalau kita telisik sekilas jawabannya
benar. Kan daging ayam halal? Nyatanya hampir semua orang islam makan daging
ayam kan? Tapi saya menjawab tidak!! Lebih tepatnya jawaban itu masih bisa di
bantah . . . kita lanjutkan pembahasannya!
Demikian yang terjadi di
trading. Pertanyaan itu terus terlontar bagi pemerhati halal haram. Di awal
awal perkembangan Trading banyak pro-kontra soal trading tentang Halal haramnya.
Permasalahannya banyak orang kolaps sekaligus sebagian memperoleh uang banyak
dalam waktu singkat.
Yang Loss berteriak dengan lantang, itu produk yahudi!! Itu haram!! Itu
judi !!
Yang profit membela diri noo!!! Ini dagang kok jadi halal, fatwa MUI
juga ada menghalalkan trading.
Hal itu berlangsung sampai
sekarang, namun tidak seramai dulu nggak tahu capek bertengkar ataukah memang
bukan pembahasan yang menarik lagi.
Kembali ke Ayam
Coba renungkan tentang ayam.
Di dalam Islam Ayam memang termasuk golongan hewan yang boleh di makan, tentu
dengan beberapa catatan dan serangkaian syarat mutlak, Harus di bunuh dengan
cara di sembelih dengan cara yang benar, harus menyebut asma Allah, Ayamnya
bukan ayam curian atau di peroleh dengan cara yang tidak benar, dan bagian dari
ayam yang tidak boleh di makan yaitu darah dan lain-lain.
Demikian juga
dengan trading
Trading akan dengan mudah di
belokkan dan menjadi perjudian dan bukan lagi menjadi perdagangan jika tidak
menggunakan cara cara yang benar. Trader berubah
jadi gambler!!!
Secara system memang rapuh
dengan tabir yang hampir tidak ada bedanya karena profit dan loss terletak 1
kolom.
Anda boleh menganggap saya
sok suci namun saya sudah membuktikan saya sudah pernah hancur dari trading dan
setelah saya evaluasi ternyata saya menggunakan cara cara penjudi. Bukan pedagang!!
Puluhan trader yang saya
analisa masalahnya sama, mereka tidak berdagang tapi mereka sedang berjudi.
Makanya mereka rata-rata lebih cepat hancur, dan parahnya mereka tidak
menyadarinya . . . Saya mohon maaf jika anda tersinggung, saya hanya bercerita
Jadi musti gimana?
Sekali lagi kebenaran milik
Allah, , milikilah pengetahuan yang utuh dan menyeluruh tentang trading. Jika
menyembelih ayam harus dengan niat dan membaca asma Allah maka di tradingpun
harus ada peniatan yang jelas untuk berdagang. Niat dan di dukung cara cara
dagang yang benar, jangan niat dagang tapi menggunakan cara judi.
Antara profit dan
Loss
Perdagangan selalu berujung
untung dan rugi, adakalanya untung susah di raih dan rugi tidak bisa di
hindari. Kalau pepatah mengatakan manusia berusaha Tuhan menentukan maka
berusahalah sebaik baiknya agar memaksimalkan profit dan meminimalkan rugi.
Di e-book 7 ultimate
scalping system ada system multi monitoring yang bertujuan untuk itu.
Memaksimalkan keuntungan dengan akurasi tinggi.
Salahkah
spekulasi?
Jangankan dagang hidup pun
spekulasi. Ini pembahasan panjang sebenarnya namun dari kacamata awam kita
pakai rumus dasar dagang sederhana. Membeli dengan harga rendah menjual saat
harga tinggi dengan pertimbangan yang paling masuk akal. Di sebut spekulasi
itukan kalau kadar angan-angan jauh lebih besar dari pada hitungan dagang. Nabi
Muhammad adalah seorang trader komodity, ketika beliau berdagang ke Negara SYAM
itu bukan tanpa resiko. Resiko tidak laku, resiko di rampok, resiko barang
rusak dan sebagainya.
Apakah Nabi
Muhammad bisa di sebut spekulan?
Kalau nabi Muhammad sebelum
berangkat berdagang berpikir takut dagangan tidak laku, takut rusak di
perjalanan, takut ontanya mati di jalan, takut di rampok di jalan, takut tidak
di bayar dan lain lain maka bisa bisa beliau tidak jadi berangkat berdagang.
Lalu apa yang membuat beliau tetap berdagang dengan resiko yang cukup besar?
Harus ada
perhitungan yang matang
Nabi Muhammad bukan pedagang
bodoh, beliau pasti gunakan analisa dan pertimbangan sebelum berdagang dan
melakukan perjalanan jauh. Demikian juga trading anda musti miliki itu dan itu
hanya anda dapatkan ketika anda mengetahui keseluruhan tentang trading
Resiko itu perlu
di kelola
Kecewa, takut kehilangan,
sedih itu sifat manusiawi yang sudah terinstall sejak lahir. Resiko dalam
trading itu akan selalu ada. Dengan mengelola Resiko maka trading itu tidak
membahayakan.
Resiko itu
FITRAH!!!!
Siapa yang bisa kasih
garansi kehidupan dan segala isinya ini bebas resiko?? Hehe . . . ngga ada, sampai kapanpun resiko pasti ada.
Jadi sadarilah hal ini, hidup beresiko mati, lari beresiko tersandung, nelayan
beresiko tenggelam atau di makan Hiu, petani beresiko gagal panen, dan Trader
beresiko MC hahaa…
Resiko terukur dan
tidak terukur
Pilot adalah pekerjaan
beresiko tinggi, apakah menjadi pilot itu pekerjaan haram? Nakhoda kapal itu
pekerjaan yang berbahaya, apakah Nakhoda kapal itu pekerjaan Haram?
Mereka tetap melakukan
pekerjaan itu dan mereka sadar resikonya. Kenapa mereka tetap melakukannya?
Mereka mengambil resiko yang terukur!
Trader yang tidak bisa mengukur resiko adalah seorang gambler
Selalu mengambil
untung secara wajar
|
Nabi Muhammad tidak pernah
mengambil untung besar, bukan untung kecil tapi wajar. Beliau mengedepankan
Istiqomah (Konsistent) dan Dalam Trading aplikasinya dalam penggunaan LOT dan
jumlah TP. Di e-book 7 USS sudah saya sertakan aplikasi Excelnya tinggal
mengisi datanya maka Trading dengan control emosi penuh, siap anda jalankan.
Membuang Tuhan
mengedepankan profit
What?? Ah . . itu pernyataan
kontroversial coy! Tapi itulah kenyataannya . . asyik trading sampai lupa
ibadah, melototin Chart melulu, Al-Quran di cuekin. Bersorak terhadap profit
tapi lupa bersyukur. News dan berita manca Negara di pantau terus, keluarga
orang tua, anak kadang di lupain. Begitu mudahnya kita “mencampakkan” Tuhan
demi melototin chart yang sebetulnya tak bernilai apa-apa. Ironisnya itu
terjadi tanpa kita sadari. Astaghfirullah.. itu pernah saya lakukan. Kita nggak
juga sadar bahwa sang pemberi rejeki adalah Allah, Ada yang berani membantah?? Hmmmm
itu bisa mengurangi kehalalan trading kita dan jangan salahkan kalau Tuhan
marah. Trader kayak gitu kalau MC/Loss bisa jadi karena kutukan..ckckckck
Mengakulah wahai trader
heheheheh . . . . kalau emang iya
segeralah bertaubat!
Bagaimana dengan
fatwa MUI??
Saya sertakan File
pernyataan MUI dan Link Video yang membahas tentang aturan aturan Trading berkaitan
dengan halal haramnya. Namun sadarilah bahwa ada yang lebih dalam dan lebih
penting dari sekadar pernyataan MUI. Yang saya sampaikan di atas itulah maksud
saya, ,
Berarti
kesimpulannya Halal pa Haram nih?
Masih juga nanya . . . masak
kurang jelas??
Copyright@2013 – www.misterscalper.blogspot.com
Asik bahasanya makasih penceeahannya bro, salam profit yg barokah aminnnn
ReplyDeleteAsik bahasanya makasih penceeahannya bro, salam profit yg barokah aminnnn
ReplyDelete